Faktor tempat dan Masih bercorak agamis

Rabu, Juni 6th, 2012

Faktor tempat

Walaupun secara teori sekolah alam bisa dilakukan dimana saja, dengan fasilitas yang paling sederhana sekalipun. Namun berdasarkan sumber-sumber yang kami jadikan rujukan, sekolah alam membutuhkan tempat yang luas. Terutama sekali buat pelajaran yang membutuhkan tempat untuk praktek, seperti farming dan outbond. Hampir seluruhnya sekolah-sekolah alam yang kami jadikan rujukan mempunyai sarana buat farming dan outbond. Hal ini rasanya agak susah untuk diterapkan dikota-kota besar seperti Jakarta, dimana lahan yang tersedia sangat terbatas dan mahal. Bagaimana  jadinya kalo disetiap kelurahan atau kecamatan minimal harus ada satu sekolah alam.

Masih bercorak agamis

Sekolah alam yang kehadirannya sekarang ini tumbuh bagai jamur dimusim hujan, masih bercorak agamis yaitu agama islam. Hampir semua sekolah alam yang ada di Indonesia saat ini dikembangan oleh para aktivis pendidik muslim dan diisi dengan kurikulum islam mencotoh yang diajarkan Nabi Muhamad SAW. Muridnyapun hampir dipastikan seratus persen muslim. Ini menjadi keunggulan sekaligus kelemahan sekolah alam. Kelemahannya, karena memakai kuri kulum berbasis islam bisa dipastikan orang yang non muslim akan enggan untuk menyekolahkan anaknya di sekolah alam. Kecuali kalo pemerintah mau ikut mengembangkan sekolah alam dengan kurikulum nasional

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: