KURIKULUM

Rabu, Juni 6th, 2012

Meski kurikulum tetap mengacu kepada Depdiknas, sekolah alam mengembangkan konsep sekolah berbasiskan alam.Metode belajar mengajarnya lebih banyak menggunakan action learning atau belajar aktif. Sekolah alam merupakan sebuah model pendidikan yang berusaha mengadaptasi apa yang telah dibuktikan oleh Rasulullah SAW pada masanya di masa kini, dan masa di mana generasi Rabbani kelak menjadi pemimpin di muka bumi. Metode sekolah ini berusaha  mengembangkan pendidikan bagi seluruh umat manusia dan belajar dari seluruh makhluk hidup di alam semesta ini. Sekolah model ini tidak hanya dilengkapi laboratorium serta perangkat komputer lengkap, namun juga sekolahnya dibuat sebagai bagian dari alam terbuka. Ruang belajarnya berupa saung, pepohonan rindang dibiarkan tumbuh di tiap sudut sekolah, serta kelengkapan sarana eksplorasi, seperti, rumah pohon, papan climbing, lapangan bola dan arena flying fox. Di sekolah ini, anak-anak didekatkan dengan alam melalui suasana dan sarana yang memang sengaja dirancang untuk menumbuhkan kecerdasan natural anak.Seperti, bermain outbound, bercocok tanam, beternak, bermain sepakbola, dan menggambar. Mungkin kelihatannya mereka hanya bermain, tapi tahukah Anda bahwa sesungguhnya mereka belajar banyak melalui pengalamannya itu. Penggunaan alam sebagai media belajar ini, mengajarkan anak untuk lebih aware dengan lingkungannya dan mengetahui aplikasi dari pengetahuan yang dipelajarinya, tidak hanya sebatas teori. Ini juga yang menjadi kelebihan dari sekolah alam dibandingkan dari sekolah biasa atau sekolah umum. Menurut seorang psikolog perkembangan anak, Efrina Djuwita, sekolah alam membuat anak tidak terpaku hanya pada teori saja, sebab mereka juga dapat mengalami langsung pengetahuan yang mereka dapat dan pelajari dari alam. Sedangkan sekolah biasa, lebih banyak  menggunakan sistem belajar mengajar konvensional, di mana para guru menerangkan dan siswa mendapatkan pengetahuan hanya dengan mengandalkan buku panduan, dan jarang diberikan kesempatan untuk mengalami langsung atau melihat langsung bentuk pengetahuan yang dipelajarinya. Peraturan yang diberlakukan di sekolah alam biasanya tidak seketat peraturan sekolah umum, seperti siswa harus duduk rapi mendengarkan guru dan mendapat hukuman jika tidak mengerjakan tugas atau PR. Bahkan, di beberapa sekolah alam, jarang atau bahkan tidak menerapkan pemberian tugas atau PR. Namun bukan berarti siswa tidak diajarkan bentuk tanggung jawab. Jika PR merupakan wujud tanggung jawab dari sekolah umum, di sekolah alam pengajaran tentang disiplin diri dan tanggung jawab diajarkan melalui cara dan kegiatan yang berbeda, misalnya membiasakan diri mengantre barisan saat akan mencuci tangan, dan bekerjasama dengan teman sebaya dalam mengerjakan tugas atau kegiatan outbound lainnya. Selain itu, sistem ranking juga tidak diberlakukan di sini, karena bukan menjadi satu tolak ukur prestasi siswa. Justru sekolah ini memacu semua siswanya untuk mengembangkan potensi dan bakatnya masing-masing. Soal biaya bervariasi, meski ada juga beberapa sekolah alam yang gratis, seperti sekolah alam Kandank Jurank Doank, milik presenter sepakbola terkenal Dik Doank. Persyaratan masuk sekolah ini pun sangat mudah, yaitu calon siswa
dan siswa tidak boleh membuang sampah sembarangan serta mengisi formulir yang diberikan oleh  pengelola. Sekolah Alam Indonesia yang berada di Jalan Anda, Ciganjur, Jakarta Selatan, pun menyediakan pendidikan gratis bagi siswa yang tidak mampu. Sekolah ini menerapkan perubahan luar biasa dalam dunia pendidikan Indonesia yang mencakup perubahan sistem, metode, target pembelajaran, serta perubahan paradigma pendidikan secara menyeluruh

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: