terbatas dan mahal

Rabu, Juni 6th, 2012

Tingkatan sekolahnya masih terbatas

Sekolah alam yang ada saat ini baru sebatas tingkatan untuk taman kanak-kanak (TK) dan sekolah dasar (SD). Meski ada yang membuka sekolah sampai ke tingkat SLTP, tapi baru sampai kelas satu. Untuk kelas dua dan tiganya mereka harus pindah ke sekolah umum. Ini dirasa amat kurang karena anak-anak biasanya akan menampakkan kenakalan yang menguatirkan disaat mereka duduk di sekolah menengah. Coba kita lihat dilingkungan sekitar kita, anak sekolah yang tawuran akan didomonasi anak-anak yang masih duduk di sekolah menengah. Bahkan terkadang terbawa (sebagian) sampai mereka duduk disekolah tinggi, yang boleh dibilang tempat sekolahnya orang-orang yang sudah berusia dewasa.

Masih Menjadi Barang Mahal

Faktor biaya bagi kalangan menengah keatas mungkin tidak akan menjadi masalah untuk menyekolahkan anak mereka, namun tidak demikian halnya bagi kalangan menengah kebawah yang boleh dikata penghasilannya serba paspasan. Sebagai contoh, rata-rata sekolah alam memungut biaya yang harus ditanggung wali murid untuk uang masuk kelompok bermain dan TK misalnya, Rp 1,5 juta dan biaya operasional guru Rp300.000 per bulan. Untuk SD dan lanjutan (setara SLTP) dikenai uang masuk Rp2 juta dan iuran masing-masing Rp400.000 per bulan untuk SD dan Rp500.000 per bulan untuk SLTP. Belum lagi untuk uang saku harian / transport / antar jemput anak-anak tersebut, uang saku jika outbound, dan lain lain. Melihat angka-angka nominal diatas masyarakat kelas bawah akan berkerut kening, bisa jadi penghasilan mereka perbulan hanya senilai iuran bulanan tersebut. Sebagai pembanding, sekolah dasar (SD) dan sekolah menegah pertama (SLTP) negeri yang katanya gratis ( biaya operasionalnya ditanggung pemerintah ) saja masih membuat para orang tua kalangan bawah pusing. Beberapa sekolah memang sudah mengusahakan  system subsidi silang, tapi tetap saja jumlah yang di subsidi masih terbatas.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: